Masihrendahnya mental para penegak hukum di Indonesia yang masih bisa melakukan KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Selain itu masih banyaknya penegak hukum dengan tingkat pendidikan yang rendah sehingga dalam menghadapi pelanggaran masih belum bisa sesuai dengan undang-undang. Adabeberapa penyebab kenapa begitu rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Saya akan membahasnya dari salah 1 sudut yg terkecil saja, yaitu pendidikan bahasa Inggr. Kualitas guru; Saya percaya ada banyak guru yg berkualitas. Tapi ada juga banyak guru yang sangat TIDAK berkualitas & berkompeten mengajar bidangnya. Mengapa demikian? Entahlah. Merangkumdari beberapa sumber, dapat dikatakan bahwa ada empat faktor yang setidaknya menjadi penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia, yaitu: 1.Pengunaan Buku Paket Sebagai Buku "Acuan" Indonesia sudah beberapa kali mengganti kurikulum yang digunakan tetapi setiap terjadinya perubahan tersebut tidak menimbulkan kemajuan dari hal tersebut. Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. 6 List Masalah Pendidikan Di Indonesia – Masalah pendidikan di Indonesia cukup ditindaklanjuti dan segera ditangani. Dibandingkan dengan Negara superpower, dari segi pendidikan Indonesia masih dikatakan tertinggal. Meskipun demikian, bukan berarti Indonesia tidak memiliki harapan. Nyatanya Indonesia era Soekarno digadang-gadang sebagai Macan Asia yang disegani. Masalah pendidikan di Indonesia memang kompleks. Dimana permasalahan yang muncul cukup mengganggu dalam rangka memaksimalkan di dunia pendidikan. Nah, berikut adalah beberapa masalah pendidikan Indonesia, barangkali salah satu dari ceklis di bawah seperti yang kamu rasakan saat ini. Daftar Isi 16 Masalah Pendidikan di Indonesia1. Keterbatasan Jumlah Guru Terampil2. Sarana dan Prasarana Tidak Memadai 3. Minim Bahan Pembelajaran4. Mahalnya Dana Pendidikan 5. Mutu Pendidikan Rendah 6. Minoritas Bagi Kelompok Difabel Rekomendasi Buku Pendidikan Indonesia 1. Keterbatasan Jumlah Guru Terampil Entah disadari atau tidak, masalah pendidikan di Indonesia adanya keterbatasan jumlah guru yang terampil. Umumnya, guru-guru terampil dan berkualitas tersebar di kawasan kota atau daerah yang notabenenya mudah di akses. Sedangkan daerah-daerah terpinggir dan terpencil, sulit sekali mendapatkan guru. Memang ada banyak faktor hal ini terjadi. Dari banyak alasan, salah satunya masalah minat dari guru itu sendiri. lebih banyak guru yang memilih lokasi yang mudah diakses dari segi transformasi dan akses untuk mendapatkan kebutuhan pokok mudah didapatkan. Sedangkan daerah terpencil, lagi-lagi tidak dilirik sama sekali. Mungkin ada saja guru yang terpanggil hati untuk bertugas di daerah pelosok yang minim akses, sayangnya hanya 110 saja. Jumlahnya pun sangat kecil sekali. Sehingga wajar saja jika terjadi kesenjagan tenaga guru terampil di pelosok dan di kota. Sehingga terdapat pula kesenjangan kualitas lulusan peserta didik. Tidak heran jika regenerasi yang tinggal di pelosok, nyari tidak terekspose atau muncul ke permukaan. Itu sebabnya, ini menjadi PR bagi pemerintah dalam upaya pemerataan tenaga pendidik terampil di pelosok, agar terjadi pemerataan. 2. Sarana dan Prasarana Tidak Memadai Masalah pendidikan di Indonesia saya yakin sering dikeluhkan. Baik dikeluhkan oleh wali murit, guru dan muridnya itu sendiri. Tidak dapat dipungkiri dadri segi sarana dan prasarana memang kurang memadai. Terutama sekolah-sekolah yang ada di pedesaan, pinggiran dan sekolah yang ada di pelosok. Ini masalah yang klasik dan sudah tidak asing lagi memang. Namun, seburuk-buruknya sarana dan prasaran yang ada di pinggiran kota dan desa, masih ada masalah pendidikan di Indonesia yang lebih parah. Kita tahu bahwa Indonesia Negara kepaulauan yang memiliki banyak sekali pulau. Banyak daerah bagian yang tidak terakses seperti halnya di tempat kita tinggal saat ini. Banyak generasi penerus yang tinggal di kepualauan, mereka tidak hanya terbatas pada sarana dan prasarana saja, tetapi terbatas dari banyak hal. Misalnya, harus melintasi pulau seberang setiap hari agar bisa masuk sekolah. Hidup dengan keterbatasan koleksi buku karena tidak terakses dan tidak terjamah. Belum lagi masalah tidak ada jaringan listrik. Sehingga mereka harus menggunakan penerang tradisional. Padahal, sekarang sudah era globalisasi, bahkan dunia teknologi yang serba terhubung dengan dunia luar, tetapi masih ada daerah yang belum terjamah di tanah Air kita. Sebenarnya dari masalah sarana dan prasarana tidak memadai ini saya ceritakan sebagai pembanding bagi pembaca. Sejelek-jeleknya prasarana yang sebagian putra-putri rasakan, selama masih ada akses listrik dan melek bahkan bisa mengangses internet dengan bebas, itu sudah lebih baik. Memang ada kekurangan dari pihak pemerintah dalam melaksanakan peran pendidikan, tetapi apakah kita selamannya akan menyalahkan dan menuding? Alangkah baiknya tetap berjalan dan belajar dengan giat meski mengalami keterbatasan. Karena keterbatasan sebenarnya bukan sebagai alasan. 3. Minim Bahan Pembelajaran Tidak dapat dipungkiri masalah pendidikan di Indonesia juga terbentur pada keterbatasan bahan ajar. Kurangnya keterbatasan bahan wajar menurut saya hal yang wajar, karena memang dari kesadaran akan literasi di Indonesia termasuk di urutan akhir. Dari sudut perspektif lain, menurut saya bisa jadi bukan karena masalah minimnya bahan pembelajaran, tetapi masalah kurangnya kesadaran untuk membuat inisiatif mencari modul pembelajaran. Lagi-lagi saya kurang setuju dengan masalah keterbatasan menjadi alasan. Mungkin banyak yang menyebutkan bahwa keterbatasan bahan pembelajaran tidak memadai. Padahal, sebenarnya kita bisa mencari sendiri. Tidak harus mengandalkan huluran bahan aja dari pemerintah, tetapi inisiatif untuk mencari. Jika memang tidak ada bahan pembelajaran tidak tersedia, bagi seorang pendidik bisa saja belajar dari buku luar. Kemudian dari pesan buku tersebut di transformasikan ke peserta didik. Atau bisa membuat atau menciptakan bahan pembelajaran jika memang tidak ada. Dengan cara-cara seperti ini lebih solutif daripada menyalahkan ataupun menuding. Setidaknya dengan cara ini menjadi upaya memberikan jalan keluar untuk kebutuhan diri sendiri dan memberikan ruang jalan bagi orang lain. Bukan berarti saya pro dengan pemerintah. Hanya saja, sampai kapan kita menunggu pemerintah pendidikan. Menunggu belum tentu bertemu, tetapi dengan kita bergerak, meskipun hasilnya bukan gerakan besar, minimal memberi sedikit perubahan. 4. Mahalnya Dana Pendidikan Tidak dapat dipungkiri, masalah pendidikan di Indonesia yang paling mendasar terletak pada masalah biaya pendidikan. Meskipun sudah digadang-gadang gratis, tetap saja ada bagian yang membayar. Ironisnya, banyak masyarakat miskin yang hanya membayar tidak seberapa bagi orang borju tetap menyulitkan. Lagi-lagi di sini saya memiliki perspektif lain tentang masalah dana pendidikan. Masyarakat umum di tempat kita sudah terstereotipkan dan terdewakan dengan kata lulusan dari mana?’ lulus peringkat berapa?’ dan apapun itu yang menjadikan pendidikan itu adalah raja. Tidak dapat dipungkiri, memang lewat pintu pendidikan mampu mengantarkan seseorang ke masa depan yang lebih baik. Bahkan cukup bermodal peringkat terbaik dan dari sekolah terbaik bisa menentukan nasib seseorang. Secara lahir memang pendidikan adalah modal dasar dan segala. Tetapi di liihat dari ilmu hakikat atau urgensi atau sejatinya keberhasilan seseorang TIDAK SELALU di tentukan dari tingkat pendidikan. Stereotip masyarakat yang terlanjur beredar dan terlanjur terpatri memang sulit diubah. Nyatannya, banyak orang-orang hebat yang justru putus sekolah. Orang-orang yang awalnya dianggap bodoh dan nyleneh tidak berkesempatan kekolah, nyatanya memiliki garis hidup yang berbeda. secara hakikat pula, nilai, lulusan terbaik juga tidak akan menjadi jaminan bisa masuk. Malaikat pun tidak akan menanyakan “berapa peringkatmu?” malaikat juga tidak akan menanyakan “lulus di sekolah bergengsi atau tidak?” Dari ulasan di atas seolah lembaga pendidikan menjadi tidak penting, hanya karena label dan stigma masyarakat. Padahal menuntut ilmu adalah kewajiban bagi seluruh umat manusia. Masalahnya lagi, banyak orang yang mengartikan menuntut ilmu selalu dalam bentuk pendidikan, padahal ada jalur non pendidikan. Kembali lagi fokus ke masalah pendidikan di Indonesia terkait mahalnya dana pendidikan inilah yang menambah angka putus sekolah. Pertanyaannya adalah, akankah kita akan selalu menyalahkan dan menuntut pemerintah untuk menjamin masa depan generasi putus sekolah? Padahal ada banyak sekali jumlah. Di sini, saya justru bukan menyorot dari kewajiban pemerintah, tetapi sikap masyarakat yang berlebihan melabeli mereka yang putus sekolah. Bisa saja, berkat putus sekolah, mereka tetap memiliki motivasi belajar. Seperti yang saya tekankan sebelumnya, belajar bisa dilakukan secara non pendidikan. Bisa belajr dengan alam, belajar dengan lingkungan sosial dan belajar dengan pengalaman yang justru memiliki kualitas pendewasaan dan kemandirian lebih baik. 5. Mutu Pendidikan Rendah Salah satu masalah pendidikan di Indonesia juga terletak pada mutu pendidikan yang rendah. Masih menyambung pembahasan di atas. Salah satu penyebab rendahnya mutu pendidikan bisa saja disebabkan oleh perspektif masyarakat secara umum. Dimana menuntut ilmu bukan sebagai kewajiban atau kesadaran diri yang merupakan bentuk kewajiban terhadap diri sendiri. Yap, saya menyebut belajar sebagai kewajiban setiap masing-masing individu sebagai bekal hidup dan bekal untuk bertahan hidup dari rasa lapar. Sayangnya, belajar sebagai kewajiban kini bergeser mencari pangkat, gengsi dan mendapatkan gelar. Disinilah awal mula mutu pendidikan rendah. Kok bisa? Karena tujuan yang dicapai menjadi berambigu. Banyak yang berbondong-bondong mengejar statistic atau pengakuan. Tidak mengejar esensi dari pembelajaran itu sendiri. Analagi versi saya, kita fokus mencari wadah ember yang bagus, lupa fokus untuk mengisi ember tersebut. Mutu pendidikan bisa tinggi jika fokusnya terletak pada isi ember, bukan pada bentuk ember. Bukankah begitu? 6. Minoritas Bagi Kelompok Difabel Masalah pendidikan di Indonesia tidak banyak dijadikan sorotan adalah masalah pendidikan bagi kelompok difabel. Ternyata masih banyak kelompok difabel yang kesulitan dalam mencari sekolah inklusi. Itu berarti masih sedikit sekolah-sekolah inklusi bagi mereka. Satu sisi, sekolah inklusi secara tidak langsung juga mengkotak-kotakan dan semakin tereksklusi dari realitas sosial. Kendala yang sering dihadapi bagi difabel ketika memutuskan sekolah umum, mereka terkendala dari pembangunan sekolah yang tidak ramah untuk di fable. Misalnya tidak ada jalan khusus difabel yang menggunakan sepatu roda atau pintu kurang representative bagi difabel. Belum lagi masalah buku-buku pelajaran yang dikemas dalam huruf braille. Ada satu pengalaman menarik bagi saya, suatu ketika pernah mengajar di salah satu kelompok difabel yang memilih sekolah ditempat umum. Ternyata mereka harus belajar lebih keras daripada orang pada umumnya. Sepulang sekolah, anak-anak lain bisa saja hanya bermain dan bersenang-senang, tetapi mereka tidak ada waktu bermain, karena mereka mengejar ketertinggalan. Karena keterbatasan mereka, mengharuskan mereka belajar lebih giat. Dari sini, sebenarnya dibutuhkan keseimbangan dalam proses belajar bagi kelompok difabel. Belum lagi masalah tentang akses jalan, sarana kamar mandi di sekolah yang juga belum ramah dengan difabel. Padahal, segala sesuatunya harus dibangun sesuai standar difabel. Bukan karena mereka minoritas, bukan berarti mengambil hak mereka menikmati fasilitas umum. Setidaknya jika pembangunan dilakukan ramah difabel, orang umum pun bisa juga mengaksesnya. Jika standar pembangunan di standarkan orang pada umumnya, maka difabel akan kesulitan mengakses. Sehingga mereka terkesan dikesampingkan. Padahal mereka sama-sama generasi penerus yang memiliki hak yang sama, memiliki peluang sukses yang sama dan memiliki hak bahagia. Bukan karena minoritas, lantas semakin dipandang berbeda. Sebenarnya mereka kuat bahkan bisa saya sebut mereka lebih kuat. Mereka memang special, bukan special dalam konotasi negative, tetapi benar-benar special dalam arti sebenarnya, karena sebenarnya memiliki kegigihan lebih besar. Nah, itulah beberapa masalah pendidikan di Indonesia. Dari beberapa masalah di atas, pengalaman manakah yang paling dekat denganmu? Semoga dengan pembahasan ini bermanfaat. Terimakasih sudah membaca artikel tentang Masalah Pendidikan Indonesia, selanjutnya baca artikel kami yang lain 7 Rekomendasi Buku Pendidikan Untuk Para Calon PendidikPengertian Pendidikan Nasional Disertai Fungsi dan TujuannyaPentingnya Pendidikan Karakter di Era Digital Kontributor Irukawa Elisa Rekomendasi Buku Pendidikan Indonesia Karya Erlinda Tri Kusumawati Mahasiswa S1 Bahasa Inggris FKIP UhamkaMutu pendidikan di Indonesia masihlah tertinggal jauh jika dibandingkan dengan mutu pendidikan negara lain. Seperti yang kita ketahui, pendidikan di Indonesia terkesan buruk. Di Indonesia, mutu pendidikan di desa tidak sebanding dengan mutu pendidikan di kota. Mutu pendidikan di desa atau daerah tertinggal masih jauh dari kata baik mengenai kualitasnya. Masih banyak sarana dan prasarana yang kurang memadai, serta tenaga pengajar yang tidak kompeten dan jumlahnya yang lebih sedikit dibandingkan di kota. Mulai saat ini, permasalahan mutu pendidikan di Indonesia harus mulai dicarikan solusinya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan di Indonesia. Faktor tersebut salah satunya adalah rendahnya kualitas tenaga pengajar. Keadaan guru atau tenaga pengajar di Indonesia terlihat menyedihkan. Banyak guru yang belum memiliki profesionalisme yang memadai serta masih banyaknya guru honorer. Selain daripada itu, guru juga banyak yang belum berkompeten pada bidangnya. Permasalahan ini hendaknya untuk segera diselesaikan, mengingat betapa pentingnya peran guru dalam dunia pendidikan kita. Biaya pendidikan yang mahal juga berpengaruh pada rendahnya mutu pendidikan di Indonesia. Mahalnya biaya pendidikan dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi membuat masyarakat yang kurang mampu tidak memiliki pilihan lain selain tidak menyekolahkan anak-anaknya. Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah, namun bisa diakali dengan siapa yang seharusnya membayar biaya pendidikan yang berkualitas agar orang yang kurang mampu dapat mengenyam pendidikan yang ada. Sebenarnya, pemerintahlah yang seharusnya dapat menjamin warganya memperoleh pendidikan faktor kurikulum pendidikan yang buruk. Kurikulum pendidikan di Indonesia juga masih belum relevan dengan kebutuhan dunia kerja, pengembangan kemampuan peserta didik melalui kurikulum pendidikan di Indonesia masih kurang baik dan tidak sesuai yang dibutuhkan pada dunia kerja. Perlu adanya perbaikan dan perluasan kurikulum pendidikan yang lebih baik dan merata sesuai dengan standar pendidikan internasional agar mutu pendidikan di Indonesia. Adapun beberapa solusi yang ditawarkan untuk mengatasi rendahnya mutu pendidikan di Indonesia, terutama melalui solusi teknis. Salah satu caranya adalah dengan mengupayakan peningkatan profesionalisme guru atau tenaga pengajar di institusi pendidikan. Solusi teknis selanjutnya yaitu dengan membenahi kurikulum yang digunakan pada pendidikan di Indonesia. Karena kurikulum adalah instrumen pendidikan yang sangat penting dalam meletakkan landasan-landasan pengetahuan dan pembentukan karakter anak didik. Dalam kurikulum harus dibentuk proses pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kemampuan yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Diperlukan tenaga pengajar yang profesional dan diberlakukannya kurikulum yang baik dan mempunyai keserasian dengan kemampuan yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Karena dua elemen itu merupakan elemen kunci untuk meningkatkan mutu pendidikan. komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE mahalnya biaya pendidikan di Indonesia. kurang merata nya penyebaran sekolah di tempat tempat terpencil. kurangnya minat siswa yang kurang mampu. Apa yang menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia? Penyebab rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia yaitu diantaranya rendahnya tingkat kesadaran akan pentingnya pendidikan dan memilih untuk bekerja saja. Kurangnya biaya dan biaya sekolah yang mahal sedangkan kebutuhan masih kurang, serta kurangnya pemerataan kesempatan pendidikan. Faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat pendidikan Indonesia? Faktor Keluarga. Faktor Sekolah. Faktor Lingkungan. Faktor Fisiologis. Faktor Psikologis. Apa akibat pendidikan yang rendah? Dampak dari rendahnya kualitas pendidikan tersebut yakni rendahnya mutu sumberdaya manusia yakni rendahnya produktivitas dan rendahnya daya saing. Sejalan dengan itu, Hasibuan 2003144 menyatakan bahwa “Sumberdaya manusia menjadi unsur pertama dan utama dalam setiap aktivitas yang dilakukan”. Apa saja hal yang menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia brainly? Efektifitas Pendidikan Di Indonesia. report flag outlined. Efisiensi Pengajaran Di Indonesia. Standardisasi Pendidikan Di Indonesia. Rendahnya Kualitas Sarana Fisik. Rendahnya Kualitas Guru. Rendahnya Kesejahteraan Guru. Rendahnya Prestasi Siswa. Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan. Apa yang menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan di Indonesia? Beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat kesehatan di Indonesia Gizi kurang atau rendah. Banyaknya penyakit menular. Sarana dan pelayanan kesehatan kurang memadai dan tidak merata. Bagaimana cara mengatasi rendahnya tingkat pendidikan? Menyediakan fasilitas pendidikan yang lengkap dan merata di setiap daerah. Memberikan bantuan beasiswa. Menyediakan sekolah gratis bagi yang tidak mampu. Meningkat kualitas tenaga pendidik Guru . Faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan pendidikan? Perkembangan iptek dan seni. Laju pertumbuhan penduduk. Aspirasi masyarakat. Keterbelakangan budaya dan sarana kehidupan. Apa saja faktor faktor yang paling menentukan kehidupan dan kemajuan pendidikan? Kualitas Guru. Memang kita akui banyak guru Indonesia berkualitas, hanya persebarannya yang mungkin belum merata. Kurikulum yang Rumit. Anggaran Pendidikan. Regulasi Pendidikan. Apa saja faktor yang menyebabkan pendidikan suatu negara dapat dikatakan berhasil? Keberhasilan pendidikan jika enam komponen berhasil dilaksanakan antara lain, Faktor Media Pembelajaran, Faktor Sarana dan Prasarana, Kurikulum, Infratruktur, Tenaga Pengajar dan Kepala Sekolah, Minin menjelaskan. Faktor apa saja yang menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan kita? Sedangkan menurut Hasbullah 2005 bahwa penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia adalah berasal dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal seperti motivasi, konsep diri, minat, kemandirian belajar. Sedangkan faktor eksternal seperti sarana prasarana, guru, orangtua, dan lain-lain. Apa yang menyebabkan rendahnya kualitas guru? Faktor utama yang menyebabkan kualitas guru di Indonesia rendah adalah kurang maksimalnya manajemen sumber daya manusia dalam perekrutan guru. Apa saja yang menjadi problematika pendidikan di Indonesia? Berbagai masalah pendidikan di indonesia ini sangatlah banyak diantaranya dari segi 1 rendahnya layanan pendidikan di Indonesia,2 rendahnya mutu pendidikan di Indonesia, 3 rendahnya mutu pendidikan tinggi di Indonesia, 4 rendahnya kemampuan literasi anak-anak Indonesia. Faktor apa sajakah yang menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia dan bagaimana cara pemerintah untuk mengatasinya? Rendahnya Kualitas Sarana Fisik. Rendahnya Kualitas Guru. Rendahnya Prestasi Siswa. Kurangnya Pemerataan Kesempatan memperoleh Pendidikan. Rendahnya Kesejahteraan Guru. mahalnya biaya pendidikan. Bagaimana kualitas pendidikan di Indonesia saat ini? Beradasarkan data yang dipublikasi oleh World Population Review, pada tahun 2021 lalu Indonesia masih berada di peringkat ke-54 dari total 78 negara yang masuk dalam pemeringkatan tingkat pendidikan dunia. Permasalahan apa yang terjadi di Indonesia di bidang kesehatan? Masalah kesehatan tersebut antara lain Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi AKI/AKB, pengendalian Stunting, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Germas, dan Tata Kelola Sistem Kesehatan. Bahasan 5 masalah kesehatan tersebut di arahkan pada konteks pendekatan promotif dan preventif. Apakah tingkat kesehatan di Indonesia tergolong dalam tingkatan yang tinggi? Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa tingkat kesehatan penduduk Indonesia masih tergolong rendah. Rendahnya tingkat kesehatan penduduk ini, antara lain dipengaruhi oleh faktor makanan, lingkungan, fasilitas kesehatan, dan ketersediaan tenaga medis perawatan dan dokter. Bagaimana cara mengatasi kekurangan sistem pendidikan di Indonesia? Bagaimana mengatasi masalah pendidikan di Indonesia? Cara mengatasi masalah pendidikan di indonesia? mempekerjakan guru yang profesional. mengadakan pelatihan untuk para guru agar dapat mengajar lebih baik. mendirikan sekolah sekolah di setiap pelosok negeri. References Pertanyaan Lainnya1Apa saja ciri ciri pasar input?2Pelayanan kesehatan meliputi apa saja?3Pembagian daging akikah berbeda dengan pembagian daging kurban Adapun ketentuan pembagian daging akikah dalam kondisi?4Apa saja cara pembayaran internasional?5Apakah yang membedakan antara gymnospermae dan angiospermae?6Apa saja manfaat dari dilakukannya penilaian terhadap kinerja?7Apa yang dimaksud dengan benang katun?8Apa yang menjiwai semangat kelahiran orde baru pada awalnya?9Seperti apa bentuk otot lurik?10Apa saja ciri karya seni rupa 3 dimensi?

sebutkan beberapa penyebab rendahnya tingkat pendidikan di indonesia